Tampilkan postingan dengan label Penemu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemu. Tampilkan semua postingan

Ibnu Yunus (950-1009)

22 Februari 2009
Abu al-Hasan Ali abi Said Abdulrahman bin Ahmad bin Yunus al-Sadafi al-Misri adalah seorang astronom dan matematikawan Mesir. Ia sering disebut Ibnu Yunus yang terkenal lewat karya astronominya. Pada tahun 990, ia menyusun tabel-tabel astronomi sebanyak empat jilid. Di kemudian hari, karyanya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Ibnu Yunus merupakan penemu kuadran berlubang untuk mengukur gerak bintang.

Penemuannya yang terpenting adalah pendulum atau bandul ayunan yang digunakan untuk mengukur detik-detik waktu saat mengobservasi benda -benda angkasa, 600 tahun lebih awal sebelum Galileo Galilei dan C. Huygens yang sekarang dianggap sebagai penemunya.

Baca kelanjutan...

Fritz Haber (1868-1934)

21 Februari 2009
Fritz Haber adalah ahli kimia Jerman yang memperoleh pendidikan dari Universitas Berlin, Universitas Heidelberg, dan Universitas Zurich. Ia adalah penemu proses Haber yang ia kembangkan pada tahun 1908, yaitu suatu proses untuk menyintensis amonia dengan reaksi hidrogen dan nitrogen secara langsung dari udara pada temperatur dan tekanan tinggi. Kecepatan reaksi ditingkatkan menggunakan besi sebagai katalisator. Amonia sangat dibutuhkan untuk membuat pupuk dan bahan peledak. Ia memenangkan hadiah Nobel dalam bidang kimia pada tahun 1918 untuk penemuan tersebut. Selain itu, Haber juga menemukan manometer kuarsa, peluit api, dan interferometer.

Baca kelanjutan...

Dennis Gabor (1900-1979)

20 Februari 2009
Dennis Gabor adalah ahli teknik elektro Inggris kelahiran Hungaria. Ia melakukan berbagai eksperimen pada bidang osilograf sinar elektron. Ia menemukan holografi pada tahun 1948, suatu teknik perekaman gambar tiga dimensi yang disebut hologram. Gabor saat itu melakukan penelitian untuk perusahaan Rugby Electrical Company di Skotlandia. Sumber cahayanya adalah lampu merkuri. Hologram dipakai antara lain untuk seni, mencatat informasi pengaman untuk mencegah pencurian data seperti pada kartu kredit, dan sebagainya. Gabor menerima hadiah Nobel dalam bidang fisika karena karyanya ini.

Baca kelanjutan...

Charles Fabry (1867-1945)

19 Februari 2009
Maurice Paul Auguste Charles Fabry adalah fisikawan Perancis yang sewaktu masih bekerja di Sorbonne pada tahun 1913 menemukan ozon pada lapisan atas atmosfer. Ozon terletak di ketinggian 15-30 kilometer dari permukaan bumi yang berfungsi menyerap emisi sinar ultraviolet. Penemuan lapisan ozon ini didapat dengan menggunakan interferometer Fabry-Perot, yaitu sebuah instrumen yang dirancang bersama Alfred Perot pada tahun 1896.

Baca kelanjutan...

George Eastman (1854-1932)

18 Februari 2009
George Eastman adalah seorang industriawan dan penemu berkebangsaan Amerika Serikat. Ia merupakan penemu rol film dan film fleksibel (1884), penemu kamera modern (1888), pencipta sistem pemrosesan fotografi sederhana, dan pemroduksi kamera ringan, murah, serta mudah digunakan yang diberi nama Kodak (1889).

Pada tahun 1891, ia menemukan film seluloid. Tahun berikutnya, ia mendirikan Eastman Kodak Company di Rochester, New York, yang membuat kamera untuk dijual ke pasar. Eastman juga menemukan proses fotografi dengan lembaran kering dan menemukan proses fotografi berwarna.

Baca kelanjutan...

Louis Daguerre (1787-1851)

17 Februari 2009
Louis-Jacques-Mandé Daguerre adalah seorang pelukis dan penemu berkebangsaan Perancis. Ia memperkenalkan diorama (1822) dan menemukan proses fotografi praktis pertama yang disebut daguerreotype (1837). Mula-mula, ia bekerja sama dengan J.N. Niepce (1829). Mereka melakukan eksperimen membuat gambar fotografi permanen (heliografi) berupa pemrosesan lempeng-lempeng tembaga yang dilapisi lapisan campuran perak dan nitrat. Setelah diuapkan pada uap iodium, lempeng tersebut menjadi peka cahaya sehingga dengan menggunakan kamera obskura yang telah dilengkapi lensa khusus, gambar alam dapat tercitra sangat jelas dan permanen pada lempeng tembaga.

Pada tahun 1839, hak cipta penemuannya dijual kepada pemerintah Perancis sehingga dapat dipakai secara bebas oleh khalayak ramai. Tahun-tahun berikutnya, dilakukan penyempurnaan terhadap kamera daguerreotype itu, seperti penemuan proses lembaran basah, rol film, film warna, dan polaroid oleh penemu lain.

Baca kelanjutan...

Melvin Calvin (1911-1997)

16 Februari 2009
Melvin Calvin adalah seorang ahli biokimia Amerika Serikat keturunan Rusia. Ia belajar di Michigan College dan Universitas Minnesota. Ia adalah penemu jalur proses biokimia terpenting di dunia, yaitu fotosintesis yang merupakan peristiwa penggabungan karbondioksida dan air secara kimiawi di dalam klorofil untuk membentuk karbohidrat dengan bantuan cahaya matahari.

Pada tahun 1956, Calvin membuktikan suatu proses rumit dan serba cepat tentang bagaimana sel-sel tumbuhan membuat gula, vitamin, dan zat-zat makanan lainnya sehingga pada tahun 1961, ia memperoleh hadiah Nobel dalam bidang biokimia untuk karya-karyanya tentang proses asimilasi karbondioksida dari udara pada tumbuhan.

Baca kelanjutan...

Albert Calmette (1863-1933)

15 Februari 2009
Léon Charles Albert Calmette adalah seorang ahli bakteriologi Perancis murid Louis Pasteur. Ia mengembangkan vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) bersama Camille Guerin. Vaksin yang mengandung bakteri TBC yang sudah dilemahkan, disuntikkan ke tubuh manusia supaya kebal terhadap TBC. Ia mendirikan Lembaga Pasteur di Lille, Perancis, pada tahun 1896.

Baca kelanjutan...

Charles Babbage (1791-1871)

14 Februari 2009
Charles Babbage adalah seorang ahli matematika Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan untuk membuat mesin hitung otomatis dengan asas pemakaian umum komputer digital. Rancangan pertamanya, mesin diferensiasi yang dibuat pada tahun 1812, lalu disusul penemuan mesin analitik pada tahun 1832, pada prinsipnya dapat melakukan apa yang dapat diselesaikan oleh kalkulator modern. Walaupun demikian, mesin ini masih berbentuk sangat besar dan harus dioperasikan secara manual. Selain kedua mesin tersebut, Babbage juga menemukan heliograf dan oftalmoskop.

Baca kelanjutan...

Ernst Karl Abbe (1840-1905)

13 Februari 2009
Ernst Karl Abbe adalah seorang industrialis dan ahli fisika asal Jerman. Ia adalah salah seorang staf ahli bidang optik di pabrik alat-alat optik milik Carl Zeiss (1816-1888) yang berhasil menciptakan refraktometer, yaitu suatu alat yang digunakan untuk mengukur indeks refraksi atau indeks bias. Ia juga menemukan lensa apokromatik pada tahun 1886.

Baca kelanjutan...

Nicolas-Jacques Conté (1755-1805)

12 Februari 2009
Nicolas-Jacques Conté adalah seorang ilmuwan Perancis. Pada tahun 1795, ia menemukan pensil bergrafit yang terbuat dari sebuah krayon lembut yang berbeda dengan pastel karena warnanya lebih tahan lama dan tidak menimbulkan serbuk kotoran. Pensil ini dikenal dengan nama krayon Conte atau pensil Conte.

Baca kelanjutan...

Henry Hallett Dale (1875-1968)

11 Februari 2009
Sir Henry Hallett Dale adalah seorang ahli fisiologi Inggris yang pada tahun 1936 bersama Otto Loewi dari Austria memperoleh hadiah nobel untuk penjelasan mengenai penyaluran impuls syaraf secara kimiawi dengan ditemukannya asetilkolin, sebentuk zat yang dikeluarkan oleh ujung serabut syaraf.

Pada tahun 1914, Dale berhasil mengisolasi zat kimia asetilkolin dari cendawan ergot dan kemudian pada tahun 1921, Loewi menemukan bahwa asetilkolin dilepaskan oleh sistem syaraf.

Baca kelanjutan...

Robert Oppenheimer (1904-1967)

10 Februari 2009
Julius Robert Oppenheimer adalah seorang ahli fisika Amerika Serikat lulusan Universitas Harvard. Ia telah memberikan sumbangan besar dalam bidang mekanika kuantum dan fisika inti.

Pada tahun 1943, ia diberi tugas untuk mengembangkan proyek pembuatan bom atom di Los Alamos, New Mexico. Oppenheimer adalah pembuat bom atom pertama sehingga ia disebut sebagai bapak bom atom. Uji coba peledakan pertama dilakukan di Alamogordo, New Mexico, pada tahun 1945. Ia juga banyak membahas teori mengenai lubang hitam.

Baca kelanjutan...

Karl Landsteiner (1868-1943)

09 Februari 2009
Karl Landsteiner adalah seorang ahli imunologi Austria lulusan Universitas Wina. Ia melakukan banyak penyelidikan penting di bidang bakteriologi, imunologi, dan patologi. Pada tahun 1900, ia menemukan sistem golongan darah (human blood groups) dan menemukan klasifikasi sistem ABO. Landsteiner menjelaskan sebab terjadinya isoaglutinasi sehingga transfusi darah dapat dilakukan dengan aman. Pada tahun 1940, ia menemukan adanya gejala faktor rhesus dalam darah.

Ia juga turut serta memberikan sumbangan berharga untuk penyelidikan poliomyelitis (polio), yaitu suatu infeksi yang disebabkan oleh virus pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan kelumpuhan, terutama pada anak-anak. Landsteiner berhasil mengisolasi virus tersebut. Ia dianugerahi hadiah nobel bidang fisiologi untuk penemuan golongan darah manusia.

Baca kelanjutan...

George Ellery Hale (1868-1938)

08 Februari 2009
George Ellery Hale adalah seorang astronom berkebangsaan Amerika Serikat lulusan Institut Teknologi Massachusetts. Namanya diabadikan sebagai nama rangkaian observatorium. Hale adalah pembuat teleskop-teleskop raksasa bergaris tengah hingga 5 meter. Ia juga meneliti gejala-gejala permukaan matahari sehingga berhasil menemukan medan magnet dalam bintik-bintik matahari dengan bantuan alat pemotret matahari buatannya sendiri yang disebut spektroheliograf.

Baca kelanjutan...

Edwin Howard Armstrong (1890-1954)

07 Februari 2009
Edwin Howard Armstrong adalah seorang insinyur listrik berkebangsaan Amerika Serikat. Ia adalah penemu teknik modulasi frekuensi radio alias FM (frequency modulation), yaitu suatu proses pengubahan gelombang pendukung untuk menyampaikan bunyi. Ia menemukan sirkuit regeneratif dan sirkuit superheterodin yang dapat memperkuat penangkapan gelombang suara radio lebih baik sehingga secara tidak langsung ia membantu mendongkrak popularitas pesawat radio.

Baca kelanjutan...

Heinrich Anton de Bary (1831-1888)

06 Februari 2009
Heinrich Anton de Bary adalah seorang ahli botani Jerman dan pencetus mikologi (cabang ilmu biologi yang mempelajari jamur). Ia menjelaskan daur hidup beberapa spesies jamur, termasuk juga menjelaskan beberapa penyakit serius yang disebabkan oleh jamur-jamur tertentu.

Pada tahun 1866, ia menemukan bahwa lumut kerak terdiri atas jamur dan ganggang yang hidup bersama saling menguntungkan satu sama lain. Untuk menamakan peristiwa tersebut, ia mencetuskan istilah simbiosis.

Baca kelanjutan...

Enrico Fermi (1901-1954)

05 Februari 2009
Enrico Fermi adalah seorang ahli fisika Amerika Serikat kelahiran Italia. Lulusan Universitas Pisa, Italia, ini berhasil memperoleh gelar Doktor Ilmu Filsafat (Ph.D.) bidang fisika saat masih berusia 20 tahun. Ia menemukan reaksi berantai berputar secara siklus dan fisi atom. Ia memperoleh hadiah nobel tahun 1938 untuk penjelasan unsur baru dan penemuan reaksi pada penyinaran inti.

Fermi merupakan tokoh penting dalam pembuatan bom atom. Sumbangannya yang sangat berharga mengenai perancangan dan pembangunan reaktor nuklir. Pada tahun 1942, ia berhasil membuat reaktor nuklir yang pertama di dunia.

Baca kelanjutan...

Otto von Guericke (1602-1686)

04 Februari 2009
Otto von Guericke adalah ahli teknik dan fisika Jerman yang mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Leipzig, Universitas Leiden, dan Universitas Helmstedt. Ia adalah penemu pompa udara pada tahun 1650 dan membuktikan bahwa ruang hampa dapat diciptakan. Ia juga menemukan barometer air dan generator listrik statis. Guericke terkenal karena penyelidikan dan pengukuran dalam ruang hampa udara.

Pada tahun 1657, ia mengadakan eksperimen yang diberi nama percobaan Magdenburg (nama kota tempat tinggalnya). Dua bangun setengah bola dari tembaga dikatupkan dan udara di dalamnya dipompa keluar. Enam belas ekor kuda yang dibagi menjadi dua kelompok diikatkan pada tiap belahan bola dan menariknya pada arah berlawanan dan ternyata kuda-kuda itu tidak mampu memisahkan bola terkatup itu. Akan tetapi, setelah klep dibuka dan udara masuk, kedua belah bola itu lepas dengan sendirinya.

Baca kelanjutan...

William Maddock Bayliss (1860-1924)

03 Februari 2009
Sir William Maddock Bayliss, seorang ahli fisiologi Inggris, bersama dengan Ernest Starling (1866-1927), adalah orang yang pertama kali menemukan hormon. Hasil itu mereka peroleh setelah melakukan penelitian terhadap beberapa ekor anjing. Mereka menemukan bagaimana makanan dapat merangsang keluarnya larutan berisi zat-zat atau getah-getah pencernaan melalui usus dua belas jari. Zat-zat ini mereka namakan hormon. Hormon dibawa ke bagian tubuh yang memerlukannya, seperti untuk mengaktifkan keluarnya getah bening dari pankreas. Kini hormon dapat diperoleh dalam keadaan segar, baik dari hasil pengekstrakan maupun dari hasil sintetik kimiawi.

Baca kelanjutan...